Kembang api meluncur bak roket merajai angin.
tak ada kata.
mata terpukau melumat keindahan yang melimpah.
tak ada kekasih mengecup bermabukkan asmara.
hanya lembabnya malam dan jeruji bui berbaris memasung raga.
tak peduli apakah bintang turun ke bumi malam ini atau tidak.
tak peduli bidadari sedang sibuk meminang pangeran langit malam ini dengan mahar kucing atau tidak.
tak peduli apakah jin aladin keluar dari lampu ajaib
tuk berikan tiga permintaan ajaib atau tidak.
yang aku ingin sesali adalah dosaku.
dosa karna telah mencuri ayam tetangga yang tak seberapa.
maka, ku pejamkan mataku.
ku pandang langit yang bertaburan gemerlap api yang menari.
dan, dengan sepenuh hati.
dan, dengan sepenuh jiwa.
dan dengan segala harapan yang termuarakan.
ku tengadahkan tangan, dan lirih ku ucapkan doa:
“tuhan, kelak jika telah habis masa hukumanku.
jangan biarkan aku menjadi pecuri kelas teri seperti ini
angkat derajatku, tuhan
dan jadikanlah aku ini wakil rakyat
karna hanya dengannya, kan dapat ku curi uang berkopor-kopor
dan jikapun, kau kirim aku ke bui ini lagi,
sungguh aku rela, tuhan
karna bagiku ini hanyalah perpindahan maqom (tempat)
ke hotel lain yang fasilitasnya tak jauh beda dengan apartemen mahal
maka, dengan setulus hati, ya mujib
kabulkanlah doa hambamu yang papa ini…..
amiiiiiin
–Siti Lestari,
Warga Kampoeng Sastra Soeket Teki Semarang
Napi No. 13
April 30, 2009 by suketeki
Advertisement





![Desire.. [Explored] 22.2.12 Desire.. [Explored] 22.2.12](http://static.flickr.com/7194/6921502699_4cb090c84f_t.jpg)
