putri kendang

ong pang siam

kopong dupang malam malam

anoman obong keranjingan

melanglang buang buang

kisah putri dalam kendang

duduk terisak menangis riang

menunggu kesatria berkeris panjang

menyobek kulit kendang yang sumbang

agar bisa berdendang dedudidamdam

tarak gendang dang dang plak plak dung bang

telah menangis sepanjang tahun jerit dipendam

kesatria datang pada siang kelam

menyobek kendang

putri bangkit seakan melayang

menari dengan mata legam

bibirnya tertarik ke sudut memanjang

membuka dan menampakkan geraham

dia tertawa girang

 

tangan kesatria melingkari pinggang

aihhh semakin garang

tarian tak berirama larut menyulut mereka

kendang telah robek hingga berbunyi blek blek blek

mulailah tarian diiringi kerinduan

letih sepanjang tahun terasa hilang

tangan putri digenggam kesatria, mata pun bersitatap

tap tap tap tiga detik berlalu

sekian tahun tak bertemu menunggu dalam kendang seakan layu

mata binar menjadi sayu

keris panjang dibuang bersama kepedihan

 

mereka memulai lagi irama yang hampir hilang

plang tak tak tarak gentak deng deng

**aput, ayo berdendang!